BP Tapera Dorong Pekerja Muda Miliki Rumah Pertama Melalui KPR FLPP di ISEF 2026

BP Tapera dan BSN edukasi pekerja muda wujudkan rumah pertama lewat KPR FLPP di ISEF 2026. Simak solusi atasi kendala DP dan suku bunga tinggi di sini.

WhatsApp-Image-2026-10-17-at-20.50.44

RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar talkshow inspiratif bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam rangkaian pameran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (17 Oktober 2026).

Sesi diskusi ini menghadirkan sejumlah pakar di bidang pembiayaan perumahan, di antaranya Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma; Direktur Consumer Banking Bank Syariah Nasional (BSN), Mochamad Yut Penta; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Al-Azhar Indonesia, Hanny Nurlatifah.

Dalam pemaparannya, Sid Herdi Kusuma menyoroti sejumlah tantangan fundamental yang kerap menjadi batu sandungan bagi para pekerja muda dalam mewujudkan mimpi memiliki rumah pertama. Tantangan tersebut meliputi:

  • Kenaikan harga properti yang terus melambung.
  • Tingginya suku bunga perbankan komersial.
  • Besarnya beban uang muka atau down payment (DP).

Untuk menjawab tantangan berlapis tersebut, BP Tapera secara proaktif menghadirkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. “Ini adalah program yang bisa menjawab tantangan yang ada saat ini, terutama bagi pekerja muda yang baru meniti karier,” ujar Sid.

Dukungan penuh terhadap kemudahan kepemilikan rumah bagi pekerja muda juga disuarakan oleh Mochamad Yut Penta. Ia menjelaskan bahwa Bank Syariah Nasional (BSN) siap mendukung penyaluran rumah subsidi melalui skema pembiayaan perbankan dengan angsuran tetap (flat).

Baca Juga: Gandeng BPS, Menteri Ara Tinjau Langsung Kondisi Penerima Bedah Rumah di Palmerah

Skema cicilan yang tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga acuan ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pekerja muda dalam merencanakan arus kas keuangan mereka. “Kepastian nilai angsuran menjadi salah satu keunggulan utama kami dalam menyalurkan pembiayaan rumah subsidi,” tegas Yut Penta.

Sejalan dengan hal tersebut, Hanny Nurlatifah selaku akademisi menekankan betapa krusialnya literasi dan perencanaan keuangan bagi pekerja muda dalam mempersiapkan pembelian aset properti. Menurutnya, perencanaan finansial yang disiplin, jika dipadukan dengan pemanfaatan fasilitas pembiayaan pemerintah seperti KPR FLPP, akan sangat membantu pekerja muda mewujudkan impian memiliki rumah lebih cepat dari perkiraan.

Gelaran talkshow ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta pameran. Melalui kegiatan edukasi publik ini, BP Tapera berharap kalangan pekerja muda semakin melek terhadap akses pembiayaan rumah subsidi serta menyadari pentingnya perencanaan keuangan yang matang untuk mengamankan aset masa depan.