RP – Memasuki musim penghujan, salah satu masalah yang kerap menghantui pemilik rumah adalah tembok yang rembes dan lembap. Kondisi ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan jika dibiarkan terlalu lama hingga menyebabkan tumbuhnya jamur pada dinding.
Dinding yang basah dan cat yang menggelembung tentu merusak pemandangan interior rumah. Lantas, bagaimana cara ampuh untuk mengatasi dan mencegah tembok rembes? Simak panduan lengkapnya di bawah ini.
Kenali Penyebab Utama Tembok Rembes
Sebelum melangkah ke solusi, penting untuk memahami akar permasalahannya. Mengidentifikasi penyebab akan membuat penanganan menjadi lebih efektif. Berikut adalah beberapa faktor utama pemicu tembok rembes dan lembap:
1. Struktur dan Lingkungan: Kelembapan dari dalam tanah yang merambat naik ke dinding, percikan air hujan terus-menerus, serta atap miring yang menampung air dapat menjadi penyebab utama rembesan.
2. Masalah Saluran Air: Pipa drainase atau talang air yang tersumbat menyebabkan air meluap dan meresap ke dalam struktur dinding, membuatnya lembap dari waktu ke waktu.
3. Kelembapan Tinggi di Ruangan: Area seperti kamar mandi atau dapur yang memiliki tingkat kelembapan tinggi dapat menyebabkan uap air meresap ke dinding sekitarnya.
4. Proses Pembangunan yang Kurang Sempurna: Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah proses pengacian dinding yang belum kering sempurna (idealnya 4-7 hari) namun sudah terlanjur dicat. Hal ini memerangkap air di dalam dinding dan menjadi sumber rembesan.
3 Langkah Jitu Mengatasi Tembok Rembes
Jika dinding rumah Anda sudah terlanjur menunjukkan tanda-tanda rembesan, jangan panik. Berikut adalah tiga langkah strategis yang bisa Anda lakukan:
1. Investigasi Sumber Rembesan
Langkah pertama dan paling krusial adalah menemukan titik sumber air. Periksa dengan teliti dari mana rembesan berasal.
• Cek Dinding Luar: Apakah ada retakan pada plesteran? Retakan, sekecil apapun, adalah pintu masuk bagi air hujan.
• Periksa Saluran Air: Pastikan talang air di atap dan pipa pembuangan tidak bocor atau tersumbat.
• Area Dag Beton: Jika rembesan berasal dari atas, periksa dag beton. Retakan pada area ini harus segera ditambal menggunakan semen instan atau semen grouting.
Setelah sumber masalah ditemukan dan diperbaiki, barulah Anda bisa melanjutkan ke tahap pelapisan.
2. Aplikasikan Lapisan Waterproofing yang Tepat
Menutup rembesan hanya dengan cat biasa tidak akan menyelesaikan masalah. Air akan terus mencari celah lain dan justru memperparah area rembesan. Solusi yang tepat adalah menggunakan pelapis anti air (waterproofing).
• Pilih Produk yang Tepat: Gunakan produk waterproofing type coating yang banyak tersedia di toko bangunan. Untuk hasil maksimal, tambahkan zat aditif seperti Redseal (anti lembap) atau Weldcrete Coating (campuran mortar anti air) pada plesteran baru di dinding luar.
• Fokus pada Dinding Luar: Solusi terbaik adalah melapisi dinding dari sumber datangnya air, yaitu bagian luar rumah. Ini akan menjadi benteng pertahanan utama terhadap resapan air.
3. Kupas Cat untuk Penanganan dari Dalam (Kasus Ringan)
Jika rembesan tidak terlalu parah, Anda bisa melakukan penanganan dari dalam. Metode ini idealnya dilakukan saat musim kemarau.
• Kupas Cat Lama: Kerok atau kupas seluruh cat pada area yang lembap hingga terlihat acian atau plesteran aslinya.
• Bersihkan dan Keringkan: Bersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran, lalu tunggu hingga benar-benar kering.
• Lapisi dengan Aditif: Gunakan zat aditif seperti Weldcrete Coating untuk melapisi area tersebut. Tunggu beberapa hari agar lapisan pelindung bekerja maksimal.
• Cat Ulang: Setelah dipastikan kering dan aman, Anda bisa melakukan pengecatan ulang.
Tips Mencegah Tembok Rembes Datang Kembali
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Agar masalah ini tidak terulang di masa depan, terapkan tips berikut:
• Pastikan Ventilasi Baik: Gunakan kipas penyedot (exhaust fan) di area lembap seperti dapur dan kamar mandi untuk mengeluarkan uap air dari dalam ruangan.
• Hindari Menjemur di Dalam Ruangan: Mengeringkan pakaian basah di dalam rumah akan meningkatkan tingkat kelembapan udara secara drastis.
• Gunakan Dehumidifier: Jika perlu, gunakan alat dehumidifier untuk menyerap kelembapan berlebih di udara.
• Perhatikan Komposisi Adukan: Saat membangun atau merenovasi, pastikan campuran semen untuk plesteran dinding menggunakan rasio yang tepat (ideal 1:2) agar lebih kedap air.
Dengan melakukan identifikasi penyebab yang akurat dan penanganan yang tepat, tembok rembes di musim hujan bukan lagi masalah besar. Rumah Anda pun akan tetap nyaman, sehat, dan indah sepanjang tahun.
