Foto: Dok. Propan

RP – Masuknya produk furniture impor dengan harga kompetitif dan dukungan teknologi modern menjadi tantangan besar bagi industri dalam negeri. Tekanan ini menuntut pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan inovasi agar tetap mampu bersaing di pasar domestik.

Menjawab kondisi tersebut, Propan Raya bersama enam mitra industri menggelar seminar kolaboratif bertajuk Design to Production di Indonesia Design District PIK 2. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat daya saing industri furniture nasional melalui peningkatan kompetensi dan sinergi lintas sektor.

BU Industry Head Propan, Agoes Dwi Purnama, menegaskan bahwa industri tidak bisa hanya mengandalkan proteksi atau bantuan pemerintah. Menurutnya, pelaku usaha perlu membangun kekuatan kompetitif secara mandiri, mulai dari kualitas produk hingga efisiensi produksi.

Baca Juga: Raih Berbagai Penghargaan, Atria Hotel Gading Serpong Tegaskan Reputasi di Industri Hospitality

Seminar ini menekankan pentingnya integrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan material, teknologi mesin, proses produksi, hingga finishing. Kualitas furniture tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga kesiapan sistem produksi yang efisien dan berstandar tinggi.

Sebagai market leader di bidang pelapis furniture (furniture coating), Propan melihat posisi tersebut sebagai tantangan untuk terus berinovasi. BU Manager Harry Prasetyo menyampaikan bahwa inovasi berkelanjutan menjadi kunci agar industri nasional tidak tertinggal dari produk impor.

Menariknya, forum ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari regenerasi pelaku industri. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat menciptakan kesinambungan inovasi sekaligus memperkuat ekosistem industri furniture nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga: Sinar Mas Land dan Sumitomo Forestry Groundbreaking Marketing Gallery Ecovia di Kota Wisata Cibubur

Jakarta menjadi kota pembuka rangkaian seminar yang direncanakan akan digelar di sejumlah kota lain di Indonesia. Melalui kolaborasi dan penguatan kompetensi, Propan berharap industri furniture nasional mampu bertahan di tengah gempuran impor sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.