RP – Masyarakat yang mengurus administrasi pertanahan menilai kualitas layanan di loket Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menunjukkan peningkatan signifikan. Perbaikan tersebut dirasakan mulai dari kecepatan proses layanan hingga kemudahan memperoleh informasi terkait kelengkapan dan status berkas permohonan.
Salah satu pemohon di Kantor Pertanahan Kota Semarang, Galuh (43), mengungkapkan bahwa pelayanan saat ini terasa lebih transparan dan memberikan kepastian waktu. Menurutnya, jika sebelumnya proses koreksi berkas kerap memakan waktu yang tidak jelas, kini pemohon dapat dengan cepat mengetahui perkembangan permohonannya.
“Dibandingkan dulu, pelayanannya sekarang jauh lebih baik. Kalau ada kekurangan, satu dua hari sudah langsung diinformasikan lewat sistem. Jadi kita tahu berkasnya sudah sampai mana,” ujar Galuh, warga Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Ia menambahkan, kehadiran aplikasi Sentuh Tanahku sangat membantu pemohon karena memungkinkan pemantauan status berkas secara mandiri tanpa harus bolak-balik datang ke kantor pertanahan. Informasi terkait kekurangan dokumen maupun tahapan proses dapat diakses secara real time.
Hal serupa disampaikan Alfie (55), pemohon asal Kecamatan Semarang Barat. Ia menilai pemanfaatan sistem digital membuat proses pelayanan pertanahan menjadi lebih efisien dibandingkan metode manual yang sebelumnya diterapkan.
“Sekarang lebih cepat karena koreksinya lewat online. Kita bisa langsung tahu apakah pengajuan diterima atau masih perlu dilengkapi,” jelas Alfie.
Dengan sistem digital tersebut, pemohon tidak lagi perlu datang ke Kantor Pertanahan hanya untuk memastikan status berkas. Seluruh informasi dapat diakses secara mandiri, sehingga menghemat waktu dan tenaga masyarakat. Alfie menilai langkah ini sebagai wujud nyata peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan.
Lebih jauh, peningkatan layanan juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengurus administrasi pertanahan. Alfie yang berprofesi sebagai notaris menyebut, saat ini semakin banyak masyarakat yang memilih mengurus langsung ke Kantor Pertanahan tanpa melalui perantara.
Baca Juga: Menteri Nusron Tegaskan Kehadiran Negara Lindungi Hak Atas Tanah Masyarakat Terdampak Bencana
“Sekarang masyarakat sudah lebih berani dan percaya diri mengurus sendiri. Kalau dulu kebanyakan lewat notaris, sekarang banyak yang datang langsung ke Kantor Pertanahan,” pungkasnya.
Kemudahan sistem layanan, mulai dari antrean, pengajuan berkas, hingga pengecekan status permohonan, membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan terbantu. Pelayanan yang terbuka, cepat, dan informatif di loket dinilai menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengurus administrasi pertanahan secara mandiri.

