RP – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan rebranding produk tabungan yang dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), dari e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BTN untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah (current account saving account / CASA).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, rebranding tersebut diarahkan untuk menjangkau segmen generasi muda serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Produk Tabungan BTN Pos terintegrasi dengan aplikasi Bale by BTN melalui fitur transaksi cardless yang memanfaatkan jaringan kantor Pos Indonesia yang tersebar hingga pelosok daerah.
BTN menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan seiring ekspansi layanan perbankan digital yang semakin agresif melalui sinergi dengan Pos Indonesia.
Manfaatkan Jaringan Kantor Pos untuk Perluas Inklusi
Menurut Nixon, jaringan kantor pos yang hampir ada di setiap kecamatan menjadi keunggulan utama dalam strategi perluasan layanan BTN. Melalui fitur cardless, nasabah tidak lagi diwajibkan membawa buku tabungan saat bertransaksi di kantor pos, melainkan cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN di ponsel pintar.
Baca Juga: RUPSLB BTN Putuskan Penambahan Komisaris, Didyk Choiroel Resmi Diangkat
Hingga saat ini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang dilayani melalui hampir 3.000 outlet kantor pos di seluruh Indonesia. Dengan perubahan menjadi Tabungan BTN Pos, BTN berharap potensi dana masyarakat yang dapat dihimpun dari kerja sama ini semakin besar.
Sinergi tersebut juga dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana penetrasi penggunaan smartphone telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan perbankan konvensional.
Transformasi Digital dan Penguatan Layanan Transaksional
Selain perubahan nama, BTN dan Pos Indonesia juga memperkenalkan identitas visual baru Tabungan BTN Pos, termasuk desain buku tabungan dan kartu debit. Transformasi ini mencerminkan upaya kedua BUMN dalam menyesuaikan layanan keuangan dengan kebutuhan nasabah di era digital.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menyampaikan bahwa kolaborasi BTN dan Pos Indonesia telah berlangsung sejak awal 1950-an dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, kekuatan Pos Indonesia terletak pada jaringan fisik yang luas dan tingkat kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Baca Juga: Dukung Digitalisasi, OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital di Kawasan Ekonomi Khusus
Dalam rangkaian BTN x PosIND Festival 2026, BTN dan Pos Indonesia juga meluncurkan layanan cash in dan cash out yang memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi BTN sebagai bank transaksional sehari-hari dengan dukungan jaringan layanan yang lebih luas.
Melalui rebranding Tabungan BTN Pos, BTN menargetkan peningkatan peran dalam pendanaan ritel berbasis digital, sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional dengan memanfaatkan kolaborasi antar-BUMN dan perkembangan teknologi perbankan.

