RubrikProperti.com — PT Pos Properti Indonesia tancap gas di awal tahun 2026 dengan meluncurkan tiga inisiatif bisnis strategis sekaligus. Langkah ini mencakup peluncuran konsep co-living Homy Nomad, penguatan lini bisnis desain dan konstruksi, serta pengembangan perumahan milenial di Harjamukti, Depok. Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk mengejar target pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen pada 2026, angka yang jauh melampaui proyeksi pertumbuhan industri properti nasional yang rata-rata berada di kisaran 5 persen.
Keberanian Pos Properti Indonesia dalam menetapkan target ini didasarkan pada keberhasilan mereka menjaga stabilitas pendapatan sepanjang 2025. Perusahaan kini tidak hanya fokus pada pengelolaan aset pasif, tetapi bertransformasi menjadi pengembang yang adaptif terhadap tren gaya hidup urban. Dengan memanfaatkan jaringan aset strategis di seluruh Nusantara, Pos Properti optimis dapat menghadapi tekanan makroekonomi seperti volatilitas nilai tukar dan dinamika daya beli masyarakat.
Homy Nomad dan Ekspansi Lini Bisnis Design & Construction
Menjawab pergeseran gaya hidup generasi muda, Pos Properti resmi memperkenalkan Homy Nomad. Konsep co-living ini menawarkan hunian fleksibel di lokasi premium Jakarta, yakni Fatmawati dan Gandaria (Haji Nawi), yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi publik. Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, menekankan bahwa pihaknya melihat peluang besar di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Di tengah dinamika ekonomi, kami tidak melihat krisis, kami melihat peluang. Homy Nomad contohnya. Ini wujud nyata adaptasi kami terhadap kebutuhan hunian generasi muda yang semakin dinamis dan mobile. Dengan lokasi yang terintegrasi transportasi publik dan ekosistem urban, kami percaya co-living bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan struktural jangka panjang,” ujar Aldhita Prayudhiputra.
Selain hunian sewa, perusahaan juga memperkuat lini Design & Construction. Unit bisnis ini menawarkan jasa konsultasi arsitektur hingga konstruksi komprehensif, memanfaatkan rekam jejak sukses mereka dalam mengelola gedung-gedung bersejarah (heritage) seperti Pos Bloc. Abdul Hadi, Chief Operating Officer PT Pos Properti Indonesia, menjelaskan bahwa kapabilitas ini merupakan komersialisasi dari keahlian teknis yang sudah teruji.
“Kapabilitas Design & Construction yang kami bangun bukan semata unit bisnis baru, ini merupakan kelanjutan dari keahlian kami dalam mengelola, merestorasi, dan mentransformasi aset. Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, sumber daya manusia bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut,” jelas Abdul Hadi.
Hunian Milenial Harjamukti: Strategis di Jalur LRT dan Akses Tol
Inisiatif ketiga adalah pengembangan kawasan perumahan di Harjamukti, Cimanggis, Depok melalui kemitraan strategis dengan Ruma Development. Proyek seluas 7.925 m² ini akan merangkum sekitar 60 unit rumah dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar. Lokasi ini dinilai sangat premium karena berada di titik temu empat wilayah strategis (Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor) serta hanya berjarak beberapa menit dari Stasiun LRT Harjamukti dan akses Tol Cibubur.
Data pasar menunjukkan bahwa 55 persen pembeli rumah di Jabodetabek pada 2024 berasal dari usia produktif yang menginginkan hunian dekat transportasi publik. Dengan estimasi cicilan mulai Rp12 jutaan per bulan, proyek Harjamukti hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga muda akan hunian yang fungsional sekaligus memiliki potensi kenaikan nilai investasi yang kuat. Pos Properti Indonesia yakin, integrasi antara fasilitas komersial, ruang hijau, dan konektivitas akan menjadi kunci sukses hunian di tahun 2026.
