Foto: Dok. HIMKI

RP – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memfasilitasi ruang kolaborasi melalui program Designer Showcase dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengintegrasikan kreativitas desainer dengan kemampuan produksi pelaku industri guna memperkuat posisi furnitur Indonesia di pasar global.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa sebagai salah satu pameran furnitur terbesar di Asia, IFEX 2026 yang diikuti sekitar 500 eksponen tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis. Menurutnya, IFEX kini berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, desainer, asosiasi, hingga pembeli internasional dalam satu ekosistem industri.

“Hadirnya Designer Showcase semakin menegaskan peran IFEX sebagai platform yang mendorong transformasi industri menuju pendekatan yang lebih berorientasi desain (design-driven), sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar global yang semakin dinamis,” ujar Abdul Sobur di Tangerang, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: IFEX 2026 Dorong Ekspor Furnitur Indonesia ke Pasar Internasional

IFEX 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Asosiasi Desain

Program ini terwujud melalui kolaborasi HIMKI dengan sejumlah lembaga desain dan industri, antara lain Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), MadeCon, serta Good Design Indonesia.

Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi pelaku industri furnitur lokal untuk menampilkan keunggulan material, kekuatan craftsmanship, serta inovasi desain di hadapan pembeli mancanegara.

Selain itu, HIMKI juga secara konsisten mendorong regenerasi desainer melalui berbagai program apresiasi, seperti HIMKI Design Awards yang kini memasuki tahun keempat, serta Youth Designer Awards bagi desainer muda.

Industri Furnitur Diproyeksikan Jadi Hub Produksi Global

Sejalan dengan langkah HIMKI, pemerintah juga mendorong penguatan industri furnitur nasional. Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub manufaktur furnitur global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri furnitur merupakan salah satu sektor hilirisasi kayu yang strategis karena bersifat padat karya dan memberikan efek berganda bagi perekonomian.

“Pasar global sektor ini mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan memimpin tidak hanya dalam kapasitas produksi, tetapi juga aspek desain dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga: Sharp Lovers Day GIGA Fest 2026 Hadirkan 56 Hadiah Spektakuler

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan pada 2025 tumbuh sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Capaian ini menjadi momentum penting karena pertumbuhan industri kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional setelah 14 tahun sejak 2011.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia mencapai 2,22 miliar dolar AS atau sekitar Rp36,07 triliun pada periode Januari–November 2024. Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi industri furnitur nasional untuk terus memperluas penetrasi pasar global.