RP – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) kian mengukuhkan dominasinya di sektor pembiayaan perumahan subsidi.
Hingga akhir Maret 2026, pangsa pasar (market share) KPR subsidi BTN dan BSN mencapai sekitar 72% dengan jumlah penyaluran KPR subsidi mencapai 28.811 unit.
Dominasi ini mengungguli bank-bank lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan pangsa pasar 8,28% dan realisasi 3.311 unit rumah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pangsa pasar 6,95% atau setara 2.780 unit rumah.
Baca Juga: Genap Setahun, balé by BTN Tumbuh Pesat dan Perkuat Ekosistem Digital
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pangsa pasar sebesar 5,36% dengan realisasi 2.143 unit rumah. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berada di posisi terakhir dengan pangsa pasar 2,02% dan realisasi 808 unit rumah.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan bahwa keunggulan perseroan dalam penyaluran KPR FLPP ini mempertegas posisi BTN sebagai pemain utama dalam pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus sebagai motor penggerak kepemilikan rumah di Indonesia.
“BTN terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pembiayaan perumahan, khususnya bagi MBR. Peningkatan market share ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh,” kata Hirwandi.
Sejak pertama kali menyalurkan KPR pada 1976, BTN telah membiayai sebanyak 4.087.046 unit rumah dengan total nilai mencapai Rp262,32 triliun.
Hingga 27 Maret 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah. Sementara sepanjang 2025, BTN menyalurkan KPR subsidi sebanyak 132.803 unit rumah dengan nilai Rp22,01 triliun.
Baca Juga: Menteri PKP Tinjau Lahan di Senen, Pembangunan Rusun Ditargetkan Mulai Mei 2026
Hirwandi menegaskan bahwa BTN akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan sebagai bagian dari upaya mendukung kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia.
“Kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus diperkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran,” tegas Hirwandi.

