Dukung Program 3 Juta Rumah, Realisasi KPR FLPP BP Tapera Tembus 185 Ribu Unit per Oktober 2026

BP Tapera, Bappenas, dan Kementerian PKP perkuat sinergi wujudkan Program 3 Juta Rumah. Hingga Oktober 2026, penyaluran KPR FLPP tembus 185.333 unit.

WhatsApp-Image-2026-10-20-at-17.56.04-2

RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi lintas lembaga dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Langkah strategis ini dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan perumahan nasional melalui Program 3 Juta Rumah.

Dalam pembahasan mendalam terkait pembangunan kawasan permukiman, Deputi Bappenas Bidang Infrastruktur, Abdul Malik Sadat Idris, menekankan pentingnya integrasi perencanaan pembangunan perumahan dengan pengembangan kawasan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Upaya tersebut mencakup penyeimbangan rantai pasok rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), penguatan sumber pendanaan, serta pengembangan kawasan perumahan yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi.

“Pengembangan ekosistem pembiayaan perumahan juga menjadi perhatian utama, termasuk optimalisasi berbagai alternatif pendanaan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, koperasi, hingga inisiatif pasar. Pendekatan berbasis kawasan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan berkelanjutan,” papar Abdul Malik.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi, menekankan krusialnya perencanaan yang terkoordinasi antara Bappenas selaku penyusun cetak biru makro dengan Kementerian PKP sebagai eksekutor teknis.

Baca Juga: BP Tapera Dorong Pekerja Muda Miliki Rumah Pertama Melalui KPR FLPP di ISEF 2026

Evaluasi berkala terhadap capaian pembangunan, pelaksanaan program bedah rumah, penguatan ekosistem perumahan, serta penyediaan infrastruktur pendukung menjadi kunci tercapainya target. Pembangunan ini juga diharapkan tidak hanya berfokus pada kuantitas unit, tetapi juga menjangkau kelompok rentan dan khusus, seperti mahasiswa, penyandang disabilitas, atlet, hingga purnawirawan yang belum memiliki hunian.

Realisasi KPR FLPP Tembus 185 Ribu Unit

Sejalan dengan arah kebijakan makro tersebut, BP Tapera terus mendorong optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Koordinasi ketat dengan bank penyalur dan pemangku kepentingan (stakeholder) terus dijaga demi memastikan kesinambungan pasokan dan penyerapan rumah subsidi.

Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh Komisioner BP Tapera, progres penyaluran KPR FLPP menunjukkan tren yang sangat positif. Untuk periode 1 Januari hingga 20 Oktober 2026, rincian realisasi capaian tersebut meliputi:

  • Total Penyaluran: Mencapai 185.333 unit hunian dengan nilai total pembiayaan sebesar Rp23,09 triliun.
  • KPR Rumah Tapak: Mendominasi penyaluran sebanyak 185.309 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp23,089 triliun.
  • KPR Rumah Susun: Tersalurkan sebanyak 24 unit dengan nilai pembiayaan sekitar Rp5,74 miliar.
  • Persentase Target: Capaian kumulatif tersebut telah menyentuh 52,95 persen dari total target penyaluran 350.000 unit KPR FLPP di sepanjang tahun 2026.

Capaian impresif ini menjadi salah satu indikator nyata keberhasilan pelaksanaan program pembiayaan rumah subsidi dalam memperluas akses kepemilikan aset properti bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Tanpa Perlu ke Kantor BPN, Cek Bentuk dan Nilai Tanah Kini Bisa Lewat Bhumi ATR/BPN

Melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, BP Tapera berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan kebijakan perumahan nasional agar tepat sasaran. Sinergi perencanaan, jaminan ketersediaan pasokan, kesiapan pihak pengembang (developer), dan kelancaran penyaluran oleh perbankan menjadi ekosistem vital dalam mengurai backlog perumahan di Indonesia.

Dengan kolaborasi berkelanjutan ini, pelaksanaan Program 3 Juta Rumah diyakini akan semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.