BP Tapera dan HIMPERRA Perkuat Strategi Percepatan FLPP, Bidik Target 350.000 Unit pada 2026

BP Tapera dan HIMPERRA perkuat sinergi percepat realisasi FLPP 2026. Fokus optimalkan pasokan rumah siap huni untuk kejar target 350.000 unit.

WhatsApp-Image-2026-10-10-at-18.52.59

RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) guna mempercepat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026.

Kolaborasi strategis ini difokuskan pada optimalisasi pasokan rumah siap huni, percepatan proses pembiayaan di bank penyalur, serta perluasan jangkauan sosialisasi kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIMPERRA 2026 di The Singhasari Resort, Batu, Jawa Timur, Sabtu (10 Oktober 2026), Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa realisasi FLPP per 9 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB telah mencapai 178.211 unit atau 50,92% dari total target 350.000 unit. Capaian tersebut menjadi landasan krusial untuk memperkuat langkah percepatan pada sisa waktu pelaksanaan program tahun ini.

“Ini tentunya perlu perhatian, perlu konsentrasi, dan perlu membangun sense of crisis seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri. Oleh karena itu, kami di BP Tapera beserta segenap jajaran terus berfokus pada pencapaian target FLPP di 2026 ini,” ujar Heru.

Sebagai langkah konkret, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta jajaran bank penyalur telah memperkuat koordinasi melalui pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan. Upaya ini diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan di lapangan, memetakan potensi pasokan dan permintaan rumah berbasis wilayah, serta memastikan calon debitur yang memenuhi syarat dapat segera melaju hingga tahap akad kredit.

Baca Juga: Puji Transformasi Digital Kementerian ATR/BPN, Warga Akui Proses Ukur Tanah Makin Cepat

Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah sosialisasi dan pemasaran langsung (jemput bola) di lokasi perumahan, terutama pada kawasan yang masih memiliki ketersediaan unit tinggi.

Pengembang bersama bank penyalur didorong untuk lebih aktif menjangkau berbagai segmen potensial, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku UMKM, pekerja swasta, hingga pengemudi ojek daring. Pendekatan ini diharapkan mampu mempertemukan pasokan rumah dengan calon penerima secara lebih efektif.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada tantangan yang tidak bisa diselesaikan kalau kita mau bekerja sama. Kita harus bersemangat untuk mengatasi setiap tantangan itu bersama-sama,” kata Heru menegaskan.

Mengawal Puluhan Ribu Proses Pembiayaan

Berdasarkan data per 9 Oktober 2026, tercatat masih terdapat 39.524 proses permohonan pembiayaan yang sedang berjalan. Permohonan tersebut tersebar ke dalam sejumlah tahapan, meliputi:

  • Pemeriksaan subsidi.
  • Analisis kredit perbankan.
  • Penerbitan SP3K.
  • Proses trilogi.
  • Tahap akad kredit.

BP Tapera secara tegas mendorong bank penyalur dan pengembang untuk menindaklanjuti setiap tahapan tersebut secara aktif. Penyelesaian kendala administrasi dan kelengkapan dokumen harus segera dituntaskan agar permohonan yang memenuhi ketentuan dapat segera beralih menjadi realisasi akad.

Heru juga menyoroti sejumlah tantangan teknis yang memerlukan koordinasi lintas sektor, seperti persoalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta lonjakan biaya pembangunan dan transportasi di beberapa daerah. BP Tapera membuka ruang koordinasi yang luas dengan HIMPERRA dan pemerintah daerah untuk memetakan persoalan tersebut sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga: Tinjau Langsung Program BSPS di Subang, Menteri PKP Tegaskan Bedah Rumah Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Dari sisi HIMPERRA, realisasi FLPP hingga awal Oktober 2026 tercatat sebanyak 24.454 unit dari target asosiasi sebesar 47.182 unit (mencapai 51,83%). Heru mengajak para pengembang anggota HIMPERRA untuk memastikan kesiapan proyek, ketersediaan unit fisik, serta menjaga komunikasi intensif dengan bank penyalur.

Melalui Rakernas HIMPERRA 2026 yang mengusung tema “Sinergi HIMPERRA Sukseskan Program 3 Juta Rumah untuk Rakyat”, BP Tapera berharap kolaborasi dengan pengembang dan perbankan dapat semakin konkret dan berorientasi pada hasil nyata guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.