Lebih dari 50 Tenant Siap Ramaikan Soft Opening Mawatu, Pusat Kota Baru Labuan Bajo
Sambut soft opening 16 Oktober 2026, Mawatu Labuan Bajo siap beroperasi sebagai pusat kota baru dengan kehadiran 50+ tenant bergengsi dan Cinema XXI.
RubrikProperti.com – Visi besar untuk menghadirkan pusat kota baru di Labuan Bajo kini mulai mengambil bentuk nyata di kawasan Mawatu.
Menjelang perhelatan soft opening yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2026 mendatang, lebih dari 50 tenant retail (ritel) dan F&B (makanan & minuman) tengah sibuk mempersiapkan operasionalnya. Di saat yang sama, berbagai fasilitas publik dan infrastruktur pendukung kawasan juga telah memasuki tahap akhir persiapan.
Kehadiran puluhan tenant komersial dengan beragam karakter ini mulai membentuk wajah Mawatu sebagai destinasi terpadu yang mempertemukan kuliner, ritel, fesyen, produk lokal, wellness, hingga berbagai layanan premium dalam satu kawasan.
Antusiasme tinggi dari para pelaku usaha untuk bergabung ini sekaligus menjadi penanda awal kuatnya kepercayaan investor terhadap sebuah konsep mixed-use yang sejatinya masih sangat baru bagi kawasan Labuan Bajo dan Pulau Flores.
Baca Juga: Berteknologi Hydropower hingga Bebas Asbes, Ini Deretan Inovasi Kamar Mandi Ramah Lingkungan AZKO
Dari Kuliner hingga Merek Lokal, Mawatu Kian Hidup
Sejumlah tenant ternama dipastikan akan meramaikan jalanan Mawatu. Deretan merek tersebut antara lain Alma, La Cucina, Altomare, Bale Nagi, Sashi Bakehouse, Uttara by Mimamori Group, Toko Tiga Kopitiam, Wafflelicious, Mandalika Corner, Charis Sei, Native, Flores Kita, Guardian, Alfamart, Vinyard, Sensatia, Wakai-Go, The Little Things She Need, Floresca Spa, Bajo Gym Center, Bajo Oasis Karaoke, hingga Komodo Ethnic Tenun.
Menariknya lagi, Cinema XXI juga dipastikan akan memulai debut penayangan film perdananya di Mawatu bertepatan dengan momen soft opening pada 16 Oktober nanti.
Kehadiran berbagai fasilitas hiburan dan komersial ini tidak hanya menambah denyut aktivitas bagi masyarakat lokal, tetapi juga membuka dimensi baru bagi pengalaman wisata di darat. Hal ini akan menyempurnakan pesona Labuan Bajo yang selama ini identik sebagai destinasi wisata laut, sekaligus memberikan alasan kuat bagi wisatawan untuk menambah length of stay (masa tinggal) mereka di Flores.
“Lebih dari 50 tenant yang bersiap hadir di Mawatu menjadi salah satu proof point (bukti nyata) bahwa ada kepercayaan yang besar terhadap apa yang sedang kami bangun. Membawa konsep seperti ini ke Flores tentu membutuhkan effort yang besar karena ini merupakan sesuatu yang baru,” ujar Head of Strategic Marketing Vasanta Group, Jonathan Budiman.
“Karena itu, ketika pelaku usaha memilih untuk mengambil bagian, kami melihatnya sebagai langkah yang sangat penting,” imbuhnya.
Baca Juga: Kawal Serapan Rumah Subsidi di Daerah, Maruarar Sirait Minta Pemda Gratiskan BPHTB dan PBG
Penyempurnaan Ruang Publik dan Hospitality
Seiring dengan hiruk-pikuk persiapan tenant, fasilitas publik di Mawatu juga terus diperkuat. Area pantai publik disiapkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat luas, diiringi dengan peningkatan sarana sanitasi dan fasilitas musala.
Tak hanya itu, area dermaga (jetty) telah siap menuju tahapan operasional penuh, sementara manajemen kantong parkir terus dimatangkan untuk mendukung kelancaran mobilitas pengunjung.
Dari sisi akomodasi (hospitality), Mawatu juga tengah mematangkan kehadiran hotel berbintang yang kelak akan dikelola oleh jaringan hospitality internasional. Fasilitas ini diyakini akan melengkapi ekosistem lifestyle di dalam kawasan.
Pendekatan pengembangan Mawatu yang secara cerdas menggabungkan unsur hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community ini merupakan komitmen Vasanta Group untuk menghadirkan ruang yang hidup dan relevan bagi Labuan Bajo.
“Kami melihat pembukaan ini sebagai sebuah milestone besar, bukan hanya untuk Labuan Bajo, tetapi juga untuk Flores. Selama ini, wisata laut Labuan Bajo sudah berkembang kuat, sementara wisata darat masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan. Bagi kami, 16 Oktober adalah langkah pertama untuk membangun sebuah destinasi yang dapat memberi lebih banyak alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi Flores,” tutup Jonathan.
