Perluas Akses Pembiayaan Sektor Informal, BP Tapera dan MUI Sinergi Wujudkan Rumah Subsidi bagi Dai dan Guru Ngaji

BP Tapera dan MUI perkuat sinergi untuk percepat kepemilikan rumah subsidi bagi dai dan guru ngaji lewat inovasi KPR FLPP tenor hingga 40 tahun.

WhatsApp-Image-2026-09-14-at-16.12.20-1

RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Islamic Dakwah Fund–Majelis Ulama Indonesia (IsDF-MUI) memperkuat sinergi strategis guna mempercepat akses kepemilikan rumah subsidi bagi para dai dan guru ngaji.

Langkah kolaboratif ini diwujudkan melalui pengembangan skema pembiayaan perumahan yang inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Pertemuan penting tersebut menandai langkah konkret dalam memperluas jangkauan hunian layak bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan konvensional, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau pekerja sektor informal (non-fixed income).

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), BP Tapera terus menggenjot penyaluran pembiayaan perumahan melalui program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Berdasarkan data operasional hingga 14 September 2026, capaian dan proyeksi penyaluran KPR Sejahtera FLPP menunjukkan progres yang sangat positif dengan rincian sebagai berikut:

  • Realisasi Penyaluran: Telah mencapai 148.712 unit rumah dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp18,50 triliun. Angka ini merupakan bagian dari target besar penyaluran FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit rumah.
  • Dalam Proses Pembangunan: Tercatat sebanyak 47.523 unit rumah sedang dalam tahap konstruksi menuju akad kredit.
  • Sisi Pasokan (Supply): Terdapat 24.589 unit rumah yang terdiri atas unit dalam proses pembangunan serta siap huni (ready stock).
  • Total Pipeline: Secara keseluruhan, total pipeline program KPR Subsidi saat ini telah mencapai 220.824 unit.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyampaikan bahwa pihaknya terus menyempurnakan skema pembiayaan agar masyarakat dari berbagai latar belakang profesi semakin mudah memperoleh hunian layak dengan cicilan ringan.

“BP Tapera terus mengikuti kebijakan pemerintah dalam mendukung pembiayaan perumahan. Salah satunya melalui terobosan kebijakan perpanjangan tenor pembiayaan hingga 40 tahun, sehingga masyarakat dapat memperoleh cicilan bulanan yang jauh lebih terjangkau,” ujar Sid Herdi Kusuma.

Menurutnya, kebijakan afirmatif tersebut dihadirkan untuk menolong masyarakat yang sebelumnya kerap terkendala oleh kapasitas pembayaran (repayment capacity). Tantangan terbesar yang terus diurai adalah bagaimana memberikan akses pembiayaan kepada pekerja informal yang memiliki kemampuan finansial secara riil, namun belum memenuhi persyaratan administratif perbankan standar seperti kepemilikan slip gaji tetap.

“Bagaimana memberikan kenyamanan kepada perbankan agar tetap dapat menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian secara ketat,” tambahnya.

Guna memperkokoh ekosistem program, BP Tapera turut mendorong kolaborasi lintas sektor bersama lembaga sosial, institusi filantropi, yayasan, dan berbagai mitra strategis, termasuk menerapkan skema mitigasi risiko pembiayaan yang andal.

Baca Juga: Amankan Lahan Program 3 Juta Rumah, Maruarar Sirait Hadiri Rakor Tata Ruang Lahan Sawah

Perkuat Pemberdayaan Umat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, K.H. Muhammad Cholil Nafis, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai bahwa penyediaan rumah subsidi bagi para dai dan guru ngaji bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, melainkan bagian dari gerakan pemberdayaan umat secara menyeluruh.

“Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal pribadi, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi bagian dari pusat pembinaan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, pengajian, dan aktivitas sosial keagamaan di lingkungan sekitar,” ujar Kiai Cholil Nafis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Islamic Dakwah Fund Majelis Ulama Indonesia, Hj. Trisna Ningsih Yuliati, S.E., M.M., menegaskan bahwa sinergi antara BP Tapera dan MUI menjadi jembatan krusial dalam menuntaskan problem hunian bagi para pejuang dakwah di akar rumput.

Melalui solidnya kolaborasi antara BP Tapera, MUI, sektor perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya, program mulia ini diharapkan tidak hanya sukses memperluas akses rumah subsidi, tetapi juga mampu menumbuhkan lingkungan hunian baru yang sarat akan nilai sosial, edukasi, dan keagamaan bagi masyarakat luas.