Wujudkan Kawasan Industri Hijau, AWS Jadi Tenant Pertama Pengguna Air Daur Ulang di GIIC Deltamas

0

PT Puradelta Lestari Tbk terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program daur ulang air berkapasitas 8.000 m³ per hari di kawasan industri GIIC. AWS menjadi pionir penggunaan air daur ulang ini untuk mendinginkan fasilitas pusat datanya.

large_Foto_1_GIIC_aa73187e33

RubrikProperti.com – Pengelolaan sumber daya air kini menjadi salah satu isu strategis dalam pengembangan kawasan industri di tingkat global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, dunia berpotensi menghadapi kesenjangan hingga 40% antara kebutuhan air dan ketersediaan air bersih, apabila pola konsumsi saat ini tidak segera diubah.

Di sisi lain, sektor industri tercatat menyumbang sekitar 19% dari total pengambilan air tawar secara global. Kondisi krisis tersebut menjadikan penerapan solusi sirkular seperti daur ulang dan penggunaan kembali air (water reuse) menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan sumber daya di masa depan.

Menjawab tantangan tersebut, Greenland International Industrial Center (GIIC), sebuah kawasan industri terpadu yang dikelola oleh PT Puradelta Lestari Tbk (anak perusahaan Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation), telah mengembangkan program daur ulang air sejak awal 2025.

Program ini bertujuan menekan konsumsi air tawar sekaligus mendorong pengembangan industri berkelanjutan guna mendukung kegiatan operasional para tenant di GIIC, Kota Deltamas. Menariknya, Amazon Web Services (AWS) menjadi tenant pertama yang berkolaborasi dengan GIIC dalam mengimplementasikan inisiatif ini, sekaligus memanfaatkannya untuk kebutuhan pendinginan fasilitas pusat datanya (data center).

Baca Juga: Sinar Mas Land Borong 4 Trofi Bergengsi di Ajang GPA People’s Choice 2026

Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Hongky J. Nantung, mengatakan, “Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan kawasan GIIC. Sejak diluncurkannya program daur ulang air pada Januari 2025, kami senang melihat para tenant mulai menerima dan memanfaatkan inisiatif ini.”

“Amazon Web Services menjadi tenant pertama yang menggunakan air hasil daur ulang dari fasilitas kami untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya. Hal ini membuktikan bagaimana infrastruktur yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar, sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang di GIIC,” tambah Hongky.

Sejak mulai beroperasi, Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang GIIC terbukti memiliki kapasitas pengolahan masif sebesar 8.000 m³ (meter kubik) per hari. Kapasitas ini memungkinkan penggunaan kembali sekitar 60% air olahan yang dihasilkan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan tersebut.

Air hasil daur ulang ini telah memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 2014, sehingga aman digunakan untuk berbagai kebutuhan utilitas industri. Melalui inovasi ini, GIIC berhasil mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tawar sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi kawasan.

Kolaborasi GIIC dan AWS Perkuat Praktik Berkelanjutan

Langkah strategis GIIC ini disambut baik oleh raksasa teknologi global. Director for Data Center Operations AWS APJC, Saji PK, menuturkan bahwa inisiatif ini selaras dengan komitmen perusahaan.

“Di Amazon, kami berkomitmen penuh untuk berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas tantangan ketersediaan air yang semakin meningkat di masyarakat tempat kami beroperasi. Oleh karena itu, kami menetapkan target global untuk mengembalikan lebih banyak air ke masyarakat dibandingkan dengan jumlah yang kami gunakan pada 2030. Saat ini, kami telah mencapai 75% dari target tersebut,” urai Saji.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain mengurangi penggunaan air tawar, pemanfaatan air daur ulang merupakan salah satu strategi utama dalam operasional pusat data AWS. Pihaknya meyakini bahwa pasokan air layak minum seharusnya diperuntukkan secara utuh bagi masyarakat luas yang paling membutuhkannya.

“Pemanfaatan air daur ulang juga mendukung ketahanan air di tingkat lokal, mendorong praktik pengelolaan secara sirkular, serta menunjukkan model industri berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh organisasi lainnya. Kami bangga dapat menjadi bagian dari inisiatif daur ulang air GIIC, yang membuktikan kolaborasi pengembang infrastruktur dan perusahaan teknologi mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Saji.

Sebagai informasi, GIIC berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang. Berdiri di atas lahan seluas 2.200 hektare, kawasan industri ini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur green modern. Fasilitas tersebut mencakup pengolahan air limbah terpadu; produksi air bersih melalui Water Treatment Plant (WTP) terpusat; pemanfaatan energi terbarukan bersumber dari panel surya dan program listrik hijau PLN; serta ketersediaan ruang terbuka hijau yang luas.

Baca Juga: Sinar Mas Land Luncurkan West Lakeside, Area Komersial Berpanorama Danau di BSD City

Aksesibilitasnya pun sangat premium. GIIC memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Jakarta–Cikampek di KM 37, serta didukung oleh dua interchange tol khusus, yakni di KM 31 dan KM 42, yang memberikan akses langsung ke dalam kawasan.

Selain infrastruktur, GIIC juga ditopang oleh ragam fasilitas penunjang di sekitarnya. Di sektor pendidikan, terdapat Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, ITSB, dan Pangudi Luhur. Di sektor kesehatan dan gaya hidup, kawasan ini dilengkapi dengan RS Mitra Keluarga, Eka Hospital, AEON Mall Deltamas, Deltamas Sports Center, hingga fasilitas jogging track.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan GIIC dan Kota Deltamas, pengunjung dapat mengakses situs web resmi di www.deltamas.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *