RP – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui proyek Tol Serang–Panimbang. Jalan tol ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten.
Proyek Tol Serang–Panimbang terdiri atas tiga seksi. Seksi 1 ruas Serang–Rangkasbitung telah beroperasi sejak 2021. Sementara itu, Seksi 2 ruas Rangkasbitung–Cileles saat ini telah mencapai progres 96,78% dan ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Arus Mudik Lebaran 2026, serta mulai beroperasi secara komersial pada Oktober 2026.
Adapun Seksi 3 ruas Cileles–Panimbang yang terbagi dalam Paket 3A dan 3B masing-masing telah mencapai progres 99,78% dan 58,95%, dengan target penyelesaian pada Semester II tahun 2027.
Kehadiran Tol Serang–Panimbang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara wilayah perkotaan, kawasan industri, dan destinasi wisata unggulan di Banten, khususnya kawasan wisata pantai. Jalan tol ini juga akan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik, sehingga mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru.
Berdasarkan hasil Feasibility Study tahun 2017 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek ini diproyeksikan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten sebesar 1–1,5%.
Baca Juga: Fasilitas Kiddy Pool Tingkatkan Daya Tarik Premier Estate 3 bagi Keluarga Muda
Komitmen Profesionalisme, Inovasi Konstruksi, dan Keberlanjutan
Pembangunan Tol Serang–Panimbang sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, pembukaan akses kawasan ekonomi dan pariwisata, serta penguatan pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
Dalam pelaksanaannya, WIKA telah menyelesaikan berbagai pekerjaan utama, meliputi pembangunan jalan utama (main road), struktur pendukung seperti jembatan dan sistem drainase, serta pekerjaan tanah dan perkerasan yang dilaksanakan sesuai standar teknis. Seluruh pekerjaan dikendalikan secara ketat dari aspek mutu, waktu, dan biaya guna memastikan proyek berjalan optimal.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan komitmen perseroan dalam menyelesaikan proyek ini secara profesional.
“WIKA terus melakukan percepatan pekerjaan serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar proyek Tol Serang–Panimbang dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah direncanakan,” ujar Agung BW.
Baca Juga: Sharp Catat Kinerja Positif 2025, Siapkan Strategi Ekspansif dan Berkelanjutan di 2026
Dalam pembangunan proyek ini, WIKA juga menerapkan berbagai inovasi konstruksi, antara lain optimalisasi metode kerja, efisiensi desain struktur, pemanfaatan material berkualitas tinggi, serta penggunaan teknologi konstruksi modern. Inovasi tersebut berkontribusi pada peningkatan efisiensi pelaksanaan proyek, menghasilkan konstruksi yang lebih presisi, kuat dan tahan lama, sekaligus memperpanjang umur layanan jalan tol guna menekan kebutuhan pemeliharaan jangka panjang.
Dari sisi keberlanjutan, WIKA menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat di seluruh tahapan pekerjaan. Selain itu, pengelolaan lingkungan dilakukan melalui pengendalian dampak konstruksi, pengelolaan limbah, serta perlindungan area sensitif di sekitar proyek sebagai bagian dari penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

