RP – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia / INPP) menutup tahun buku 2025 dengan catatan kinerja yang gemilang. Berbekal fundamental yang solid, emiten properti ini optimistis membidik pertumbuhan double digit pada tahun 2026 mendatang.
Strategi utama perusahaan akan berfokus pada tiga pilar: percepatan penjualan properti, penguatan pendapatan berulang (recurring income), serta ekspansi aset komersial di kota-kota strategis.
Capaian Solid di Tahun 2025
Sepanjang periode 2025, INPP berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,31 triliun. Angka ini melonjak hampir 50% dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan pendapatan ini diikuti oleh peningkatan laba bersih yang signifikan, membuktikan efisiensi dan ketangguhan model bisnis perusahaan.
Manajemen mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh dua mesin utama:
- Segmen Property Sales: Keberhasilan serah terima unit residensial Antasari Place di Jakarta memberikan kontribusi besar pada arus kas perusahaan.
- Segmen Recurring Income: Perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung serta optimalisasi aset komersial di berbagai wilayah terus memperkuat stabilitas pendapatan.
Baca Juga: Paradise Indonesia Bidik Pertumbuhan Double Digit Lewat Intensifikasi Aset dan Ekspansi Kota Besar
Rencana Ekspansi 2026: Semarang dan Balikpapan
CEO & Presiden Direktur Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menyatakan bahwa capaian tahun ini merupakan pijakan kuat untuk merumuskan strategi jangka panjang.
“Kami optimistis menatap 2026. Fokus kami adalah memperluas portofolio aset di wilayah strategis seperti Semarang dan Balikpapan,” ujar Anthony.
Langkah ini mencakup pengembangan sektor komersial dan kawasan mixed-use (penggunaan campuran) yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara penjualan unit dan pendapatan sewa yang stabil.
Prospek Investasi dan Momentum Pasar
Dengan pipeline proyek yang matang dan kondisi keuangan yang sehat, INPP diyakini mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tantangan pasar properti tahun depan. Fokus pada pengembangan di daerah penyangga dan kota besar di luar Jakarta menjadi sinyal positif bagi para investor yang mencari pertumbuhan nilai aset jangka panjang.
