Foto: Dok. PLN

RP – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada November lalu menjadi ujian berat bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas menunjukkan peran strategis yang melampaui fungsinya sebagai pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Hujan deras yang turun selama beberapa hari menyebabkan debit Sungai Sipansihaporas meningkat tajam dan membawa material kayu dari wilayah hulu. Warga di sejumlah desa di kawasan hilir sempat diliputi kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang yang berpotensi merusak permukiman dan lahan pertanian.

Salah satu warga Desa Sihaporas, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Erwin Tambunan, mengingat derasnya aliran sungai saat hujan mencapai puncaknya pada 25 November. Menurutnya, arus sungai membawa kayu gelondongan dalam jumlah besar yang mengancam keselamatan warga.

Namun, bendungan yang menjadi bagian dari sistem PLTA Sipansihaporas berfungsi sebagai penahan utama. Debit air dari hulu tertahan di area bendungan, bersamaan dengan kayu gelondongan dan sedimen yang terbawa arus. Kondisi tersebut memperlambat laju air menuju wilayah hilir dan membantu mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar.

“Kalau kayu-kayu itu semua sampai ke desa, kemungkinan besar rumah warga banyak yang hancur. Dengan adanya PLTA, kami merasa lebih aman,” ujar Erwin.

Baca Juga: Dukung Digitalisasi, OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital di Kawasan Ekonomi Khusus

Peran Infrastruktur Energi dalam Mitigasi Bencana

Peran bendungan PLTA Sipansihaporas dalam menahan material banjir sejalan dengan pendekatan PT PLN (Persero) dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang adaptif terhadap risiko bencana, sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyampaikan bahwa keberadaan PLTA Sipansihaporas tidak hanya berperan dalam penyediaan listrik, tetapi juga membantu meminimalkan dampak bencana alam di wilayah hilir.

“Bendungan PLTA Sipansihaporas memiliki fungsi menahan material banjir dari wilayah hulu sehingga dampak yang dirasakan masyarakat di hilir dapat diminimalkan. Pada saat yang sama, PLN tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan meski dihadapkan pada kondisi alam yang ekstrem,” ujarnya.

PLTA Sipansihaporas berlokasi di Desa Husor, Desa Sibuluan, dan Desa Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit ini memanfaatkan aliran air dari kawasan pegunungan dan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera Utara, sekaligus bagian dari bauran energi terbarukan nasional.

Operasional Kembali Normal dan Pasokan Listrik Terjaga

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan bahwa secara teknis PLTA Sipansihaporas dirancang untuk mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi. Sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan sedimen serta material padat, termasuk kayu gelondongan, agar aliran ke wilayah hilir tetap terkendali.

Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City

PLTA Sipansihaporas memanfaatkan aliran dari tiga sungai, yakni Sungai Aer Paramaan, Sungai Aek Natolbak, dan Sungai Aek Bargot. Selain berperan dalam mitigasi bencana, pembangkit berkapasitas total 50 megawatt (MW) ini telah menyuplai listrik berbasis energi hijau bagi masyarakat Tapanuli Tengah dan sekitarnya selama lebih dari dua dekade.

Pasca-bencana, seluruh unit PLTA Sipansihaporas kembali beroperasi penuh pada 2 Desember 2025. Kembalinya operasional pembangkit tersebut memastikan pasokan listrik bagi sektor rumah tangga, sosial, dan layanan publik di wilayah Kota Sibolga dan Pandan kembali stabil.

Ke depan, PLTA Sipansihaporas tidak hanya berperan sebagai sumber energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan masyarakat di wilayah rawan bencana. Di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, keberadaan pembangkit ini memberikan manfaat lebih dari sekadar listrik—yakni rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat di sekitarnya.