Foto: IG @menkeuri

RP – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membawa angin segar bagi calon pemilik rumah di seluruh Indonesia. Menurutnya, saat ini adalah momentum terbaik untuk membeli properti seiring dengan perekonomian nasional yang mulai bangkit dan menunjukkan perbaikan signifikan.

“Semua orang ingin punya rumah. Untuk yang belum punya rumah, harusnya ini kesempatan yang bagus,” tegas Purbaya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Purbaya, yang secara resmi memimpin Kementerian Keuangan sejak 8 September 2025, menjelaskan bahwa berbagai indikator positif mulai terlihat. Ia optimistis bahwa kemampuan finansial masyarakat akan segera menguat, yang pada gilirannya akan mendongkrak permintaan di sektor perumahan.

“Ekonomi sudah mulai balik. Saya pikir akan banyak orang yang punya uang lebih dibandingkan sebelumnya. Harusnya permintaan perumahan akan tumbuh juga,” ujarnya.

Stimulus Rp200 Triliun Jadi Katalisator Sektor Properti

Optimisme Menkeu Purbaya bukan tanpa dasar. Salah satu pendorong utamanya adalah kebijakan strategis pemerintah yang telah menempatkan dana negara senilai Rp200 triliun ke bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sejak 13 September 2025.

Dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini memiliki tujuan jelas:

1. Menjaga Likuiditas: Memastikan ketersediaan dana di pasar.

2. Menurunkan Suku Bunga: Membuat biaya pinjaman, termasuk KPR, menjadi lebih terjangkau.

3. Mendorong Kredit: Mengakselerasi penyaluran pinjaman ke sektor produktif seperti UMKM dan perumahan rakyat.

Dengan kebijakan ini, akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang lebih murah diharapkan semakin terbuka lebar, menjadikan impian memiliki rumah lebih mudah diwujudkan.

Proyeksi Ekonomi Cerah, Daya Beli Menguat

Menurut Purbaya, suntikan stimulus ini akan berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat. Hal ini menjadi kunci bagi pertumbuhan sektor properti dan konstruksi yang merupakan motor penggerak utama ekonomi domestik.

“Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 5,5 hingga 5,7 persen pada kuartal IV 2025,” ungkapnya.

Proyeksi ini didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan dampak positif dari berbagai stimulus yang mulai dirasakan oleh masyarakat luas.

Ke depan, Purbaya menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal akan terus difokuskan untuk memperkuat daya beli kelas menengah dan memperluas akses pembiayaan perumahan. Langkah ini diyakini tidak hanya akan menggairahkan pasar properti, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.