Foto: Dok. Waskita Karya

RP – Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim di berbagai penjuru dunia meningkatkan aktivitas ibadah di masjid, mulai dari salat berjamaah, tawaf, hingga membaca Alquran. Salah satu lokasi yang selalu menjadi pusat perhatian adalah Mataf di Masjidil Haram, Arab Saudi, yang setiap tahun dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.

Sebagai area tawaf di sekeliling Ka’bah, Mataf menjadi bagian penting dari aktivitas ibadah di Masjidil Haram. Setelah direnovasi oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 2013 lalu, kawasan tersebut kini mampu menampung lebih banyak jemaah sehingga aktivitas ibadah dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

“Sebelumnya mataf hanya bisa menampung 48 ribu jemaah, namun sekarang dapat memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Waskita Karya merasa bangga sekaligus bahagia dapat mendukung lebih banyak jemaah dari seluruh dunia untuk beribadah,” tutur Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: Rayakan Libur Lebaran dengan Pengalaman Menginap Spesial di Swiss-Belinn Cawang Jakarta

Proyek Perluasan Mataf oleh Waskita Karya

Ermy menjelaskan, Perseroan menambah tingkatan lantai di Masjidil Haram dari tiga menjadi sembilan. Waskita juga melakukan sejumlah pekerjaan seperti desain atau mock up, pembangunan mataf, serta fabrikasi besi.

Ia menuturkan metode yang digunakan dalam menyelesaikan proyek ini antara lain formwork slab dan cantilever beam yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan sehingga lebih presisi serta dapat menghemat waktu dan biaya.

Selain itu pada bekisting atau cetakan sementara dinding balok digunakan panel baju, sementara bagian bawahnya menggunakan triplek dan peri kayu.

“Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional. Apalagi, Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” kata Ermy.

Ke depannya, lanjut dia, Perseroan berharap dapat lebih banyak membangun proyek di luar negeri. Dengan begitu bisa memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun mengerjakan banyak infrastruktur.

Baca Juga: Semangat Ramadan hingga Halal Bihalal, Grand Whiz Poins Perkuat Kebersamaan

Sebagai informasi, pengerjaan Mataf merupakan bagian dari proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME). Selain mengerjakan proyek senilai 59 juta riyal Saudi tersebut, Waskita dipercaya pula membangun King Saud Fitness College pada 2011 dan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada tahun 2009, dengan total nilai kontrak masing-masing sebesar 16 juta riyal dan 50 juta riyal Saudi.

Pada periode 2010–2012, Waskita juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD). Pusat keuangan Arab Saudi tersebut memiliki luas mencapai 61,2 meter persegi (m²) dan terdiri dari 31 lantai.