RP – PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) menyepakati kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pengembangan jalur MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 yang direncanakan menghubungkan Kembangan (Jakarta Barat) dan Balaraja (Kabupaten Tangerang).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dilaksanakan oleh Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), bersama M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, serta sejumlah pengembang lainnya pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat.
Penandatanganan MoU ini menjadi dasar pelaksanaan kajian awal sebelum proyek pembangunan dijalankan. Kajian dilakukan melalui koordinasi, diskusi, serta pertukaran data antara Paramount Land dan MRT Jakarta, bersifat tidak mengikat secara komersial, dan akan menjadi penentu arah kebijakan lanjutan pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2.
Tiga fokus kajian utama meliputi kajian kelembagaan, kajian keuangan, serta kajian teknis yang mencakup trase dan aspek pendukung lainnya. Proyek MRT rute Kembangan–Balaraja direncanakan memiliki panjang jalur sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo, yaitu Depo Balaraja, dengan tipe konstruksi jalur melayang (elevated). Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan direncanakan terkoneksi dengan pengembangan kawasan Paramount Land, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.
Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyampaikan bahwa kerja sama ini disambut positif sebagai langkah strategis jangka panjang, tidak hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat konektivitas kawasan barat Jakarta dan Banten.
“Kehadiran moda transportasi MRT akan memberikan nilai tambah signifikan terhadap kawasan di sepanjang koridor Kembangan hingga Balaraja, khususnya seluruh proyek PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) di Kabupaten Tangerang,” ujar Nawawi.
Ia menegaskan bahwa Paramount Land siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah serta PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang selaras dengan visi pembangunan jangka panjang perusahaan.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nawawi menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam pengembangan proyek MRT rute Kembangan–Balaraja yang diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, antara lain kemudahan akses transportasi, peningkatan kualitas hidup, pengurangan kemacetan dan polusi, serta menjadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota-kota lain di Indonesia.
Baca Juga: Gubernur Pramono Resmikan Waduk Batu Licin, Perkuat Pengendalian Banjir Jakarta Timur
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen untuk mendorong percepatan interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya.
“Bagi MRT Jakarta, kerja sama ini merupakan wujud mandat untuk membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, andal, serta berkelanjutan,” ujar Tuhiyat.
Ia menambahkan bahwa MRT Jakarta akan membentuk joint working group dengan masa kerja dua tahun untuk menyusun rencana kerja bersama, meliputi pengembangan jalur MRT Kembangan–Balaraja, interkoneksi, serta integrasi kawasan di sepanjang koridor tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT.
“Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah, pengembang, dan MRT Jakarta, khususnya dalam aspek pembiayaan dan perencanaan proyek, serta memperkuat ekosistem ekonomi kawasan,” ujarnya.
Senada, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan sekitar stasiun MRT di wilayah Tangerang Raya.
“Pembangunan transportasi massal yang terintegrasi merupakan fondasi penting bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

