RP – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) atas kinerja gemilang dalam mendukung program perumahan rakyat. Sepanjang tahun 2025, BTN tercatat mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan total 182.952 unit.
Angka tersebut menjadikan BTN sebagai bank penyalur tertinggi secara nasional, menguasai sekitar 70% dari total penyaluran KPR subsidi di Indonesia.
Dalam acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera & Serah Terima Kunci Rumah di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Sabtu (20/12/2025), Presiden Prabowo menekankan pentingnya hunian layak bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang hari ini bersatu sehingga kita bisa memberikan kualitas hidup kepada rakyat kita. Mereka harus punya rumah yang layak. Ini sangat membanggakan, tapi masih jauh dari yang harus kita capai,“ ujar Presiden Prabowo.
Kinerja Rekor Penyaluran KPR 2025
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 19 Desember 2025, realisasi penyaluran KPR FLPP nasional telah menembus angka 263.017 unit dengan nilai mencapai Rp32,67 triliun. Pencapaian ini melibatkan ekosistem masif yang terdiri dari 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, dan 7.998 pengembang perumahan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut angka ini sebagai rekor tertinggi dalam sejarah, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat 109.253 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turut memuji peran vital BTN. Ia menyoroti keberhasilan program ini menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pekerja informal.
“Hari ini terjadi ART (Asisten Rumah Tangga) memiliki rumah dari gajinya sendiri dan atas namanya sendiri. Terima kasih untuk kerja kerasnya, untuk bank Himbara terima kasih atas dukungannya,” tegas Maruarar.
Strategi Baru BTN di 2026: Jemput Bola
Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan komitmen perseroan untuk terus mengakselerasi sektor perumahan. KPR Subsidi masih menjadi portofolio mayoritas yang tumbuh positif.
Untuk tahun 2026, Nixon membocorkan strategi baru BTN, yakni create demand melalui kerja sama institusional.
“Mulai tahun 2026, kami akan create demand dengan mencari debitur potensial dari institusi di berbagai sektor. Contohnya, kami mendapatkan komitmen bahwa kebutuhan KPR subsidi untuk guru-guru Muhammadiyah akan dilayani BTN,” jelas Nixon.
Langkah ini memungkinkan BTN merekomendasikan debitur potensial langsung kepada pengembang (developer), sehingga proses akad kredit bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Akad Massal Serentak di 33 Provinsi
Acara puncak di Serang ini menjadi simbol keberhasilan penyaluran rumah subsidi tahun 2025. Dari total 50.030 unit yang diakadkan hari itu:
- 300 akad dilakukan secara offline di Perumahan Pondok Banten Indah.
- 49.730 akad dilakukan secara online di 110 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Perumahan Pondok Banten Indah (PBI) dipilih sebagai lokasi utama karena konsep unik yang ditawarkan pengembang PT Kawah Anugerah Property. Tidak seperti rumah subsidi pada umumnya, PBI mengusung desain gaya Eropa dengan sistem klaster dan dinding ganda (double wall) untuk privasi lebih baik.
Presiden Prabowo juga menyempatkan diri menyapa debitur dari berbagai daerah seperti Papua, NTB, dan Sumatera Utara secara daring. Serah terima kunci secara simbolis diberikan kepada 10 perwakilan MBR dari beragam profesi, mulai dari guru, tukang pijat tuna netra, pedagang kopi keliling, hingga pengemudi ojek online.

